Sabtu, 22 Juli 2017

Bean Scattering Ritual

Ikatlah ilmu dengan tulisan, ikatlah peristiwa dengan tulisan untuk menjadi kenangan ☺☺☺ (barangkali suatu hari nanti sudah tak di Jepang lagi :)

Suatu hari dimusim dingin tepatnya tanggal 3 Februari setiap tahunnya, teman teman jepang mengajakku untuk merayakan salah satu tradisi mereka yaitu mame-maki, atau dalam bahasa inggrisnya "the Bean Scattering Ritual" atau Bean Throwing Festival, artinya kurang lebih adalah ritual menyebar/melempar kacang dengan maksud tertentu. Peristiwa ini dirayakan dengan maksud berakhirnya musim dingin dan mulai masuknya musim semi. 

Ajakin ini kusambut dengan senang hati, karena pada dasarnya aku senang mengamati budaya masyarakat sekitar, belajar dari apa yang menjadi tradisi mereka. banyak sekali peristiwa unik di jepang ini yang rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja hehe. 

Kami mengadakannya disalah satu rumah member GLOBISH (kids international community). yaaps, seperti apa keseruan acara mame maki ini?? 

Setiap orang akan dapat sejumlah kacang (disini kita menggunakan kacang kedelai/ soybeans. menurut Noriko Takano dalam bukunya Annual Event in Japan , soybeans/kacang kedelai ini memiliki arti penting, dan orang jepang percaya bahwa kacang ini memiliki kekuatan untuk menangkal roh jahat (these beans had the power to ward off the evil spirit).  bagi orang jepang, ritual ini sudah dimulai pada malam harinya, yaitu kacang yang sudang di panggang terlebih dahulu, kemudian di sebar/dilempar di dalam dan diluar rumah dengan diiringi kalimat " Oni wa soto, fuku wa uchi" , yang artinya adalah mengusir setan/iblis dan datanglah/masuklah kebahagiaan/keberuntungan (out the devil, in with fortune)

Pada prakteknya kemaren, kami mulainya disiang hari, kacang dibagikan, dan ada yang bertindak sebagai oni/evil (memakai topeng oni/evil), dan yang lain melemparinya dengan kacang, sembari mengatakan "oni wa soto, fuku wa uchi. setelah semua kacang dilempar, maka setiap orang akan makan kacang sejumlah usianya, dan tambahan lagi biasanya bagi orang jepang ada yang melanjutkan ritual sembahyang. dan acara lempar kacang atau mame maki berakhir sudah. Pada hari tersebut, dikuil kuil juga di adakan acara mame maki yang lebih besar dan ramai tentunya. mereka mengajakku ke kuil untuk melihat acara ini, tapi cukup ramai dan desak desakan, khawatir akan kenyamanan bayi, jadi ditunda dulu deh (biasanya kata temanku, orang2 dikuil akan melempari koin koin yen jugaa, waah mayan kan dilempari koin hehehe)



suasan di kuil
*dokumentasi pribadi

Minggu, 16 Juli 2017

REHAT

Lama tidak curhat di blog ini hehe. semenjak menikah rasa rasanya blog ini, bukan lagi menjadi diary, jadi menulispun harus hati hati hehe. yuk rehat sejenak dari musim panas yang menyengat ☺☺☺☺
Mengutip perkataan sayyidina ali yang berbunyi : "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia (Ali bin Abi Thalib). 

Sekali kali aku tidak boleh menggantungkan harapanku pada manusia, berharaplah hanya pada Allah. karena berharap pada manusia itu, manusiapun terbatas kemampuannya. jika kau pernah berharap, lalu kemudian harapan itu tidak terwujud, dan hatimu kecewa, lupakanlah, dan kembalilah  berharap pada allah, agar kau bisa tersenyum, sehat juwa dan raga. 

Jika kau pernah membangun rasa percaya, lantas ia perhalan runtuh seperti gunungan es, maafkanlah dirimu, maafkanlah mereka, tiada yang sempurna, sungguh kesempurnaan hanyalah milik allah. 

Lalu, jika kau ingin...
Rasanya lari kenyataan hidup, karena begitu banyak tanyamu kini yang seolah hanya menggantung menunggu jawaban, maka berdoalah kepada allah, agar kau berlari ke jalan yang benar, jalan dakwahNYA, karena disana ada lingkaran tajam yang akan menajamkan pikiranmu, menyegarkan kembali saraf-saraf ilmu dan berlagi mengejar surga. 
lalu, jika kau lelah ....
Maka berdoalah kepada Allah agar lelah itu cepat berlalu, kemudian berganti dengan semangat infiru, semngat tanpa letih menyemai kebajikan. semangat untuk segala sesuatu yang baik di mata Allah. 
Jika kau ingin,..
Ingin hilang, ingin tenggelam saja, maka cepat cepatlah tengadahkan tanganmu, mintalah kepada Allah kesabaran  dan hati yang lapang agar sesakmu hilang, berganti dengan tangisan " ya Allah sungguh hidupku singkat, maka kemana umur ini kugunakan??. 
kalau kau sabar, kau menang insya Allah. 
Siapakah orang yang sabar itu?? adalah orang yang tidak mudah berputus asa. 

PS. Untuk seseorang disana, 
Mungkin kau sedang asyik menikmati pemandangan sawah dan desa yang lama tak kau rasakan, sembari bertasbih, ya Allah sungguh indah, sempurna ciptaanMU. Sayangku, jadikanlah langit desamu tetap tersenyum, jaga mataharinya agar tetap mampu menghangatkan dan bentengi desamu dengan kalimat indah dari RabbMU, sampaikanlah, bismillah, sampaikanlah kebenaran, janganlah sekali kali engkau ragu. 

Untukmu terkasih dilangit teduh sana,...
Sampai hari ini aku masih merekam kata kata yang menempel di dinding kamarmu waktu aku berkunjung kesana, " eksis dimata Allah dan jadi primadona di langit sana". kata kata yang menohokku betapa kau menginginkan eksis di mata allah, hanya kepada Allah,  apalah aku yang masih memiliki rasa entah kenapa harus dunia tahu kalau aku,... sekali kali bukan untuk yang fana, bukan untuk mencari ridho dan puja puji manusia, tapiii,.... 

Tulisan Khansa malam itu,..
Iya tarik aku, kembali rangkul aku, sudah tiba masanya berjalan dan melangkah walau gelap tanpa cahaya. insya Allah ada cahaya di ujung sana. karena berjuang adalah berani merasakan kepahitan. 

kusebut kau, kau, dan kau dalam doaku, semoga allah meridhoi langkah kita, hidup kita dunia dan akhirat. bergeraklah, hingga habis waktumu,...


#selfreminder
#da'wahituindah





 






Rabu, 05 Juli 2017

Ikuji : Childrearing Practices in Japan

Beberapa waktu lalu, saat berkumpul dengan teman ibu ibu Jepang, biasanya kami akan diskusi tentang banyak hal (aku sih lebih tepatnya banyak bertanya), aku menanyakan bagaimana sih ibu ibu ini dalam mendidik anak anaknya? atau gimana sih pola asuh orangtua terhadap anak di Jepang?? aku penasaran sekali, sekiranya mereka mau membagi ilmu parentingnya, yang kemudian untuk dijadikan sebagai pandangan baru soal mendidik anak kedepannya. 

Flashback sedikit tentang kisah kunjunganku ke sebuah Sekolah Dasar (SD) di Jepang pada tahun 2015, saat ada acara kunjungan dari sekolah Republik Indonesia Tokyo ke Ibaraki Elementary School (semacam agenda tahunan yang sudah berlangsung sejak lama). apa pelajaran yang ku ambil dari kunjungan sehari itu?? bahwa video tentang sekolah anak di Jepang yang membersihkan kelasnya sendiri itu benar adanya, ramah tamah kepada orang lain/terutama orang asing, tata cara makan yang sopan, dan sangat higienis menurutku, rapi, bersih sekaliii. dan aku takjub selesai makan siang, anak anak ini memanduku untuk meletakkan piring kotor, gelas, sedotan, wadah susu, piring buah, sesuai dengan tempatnya masing- masing (ya ampuuuun dulu sampah asal taro jadii satu aja ☺), eits wadah bekas susu yang masih ada sisa didalamnya dibilas dulu yaa, jadi wadah susu benar benar bersih baru kemudian dibuang. yaps. itu sekilas gambaran kunjugan hari itu. 

Balik lagi ke acara kumpul tadi, temanku sambil senyum, sambil mikir ngumpulin jawaban, lalu kemudian dia memberi komentar. "pada dasarnya sama aja sih dengan kebanyakan orangtua ditempat lain, bahwa kita mengajarkan hal hal yang baik kepada anak, seperti misalnya kejujuran, kita ajarkan dan contohkan untuk tidak sekali kali mengambil sesuatu yang bukan hak kita, tidak boleh mengambil barang yang bukan milik kita". jadi ini  salah satu pelajaran penting yang harus kita ajarkan pada anak katanya. (oleh sebab itu maka tidaklah heran jika ada kejadian barang belanjaan ketinggalan dikereta maka barang tersebut utuh kembali dengan selamat, karena petugas sendiri yang akan mengamankannya, kita tinggal lapor aja, orang lain tidak akan mengambil barang kita, hmmm begitulaah di jepang. jikapun ada copet di jepang, kemungkinan besar itu perbuatan pendatang (sejauh ini sih begitu). jadi kebayangkan didikan kejujuran yang ditanamkan sedari kecil itu memang tertanam dan melekat kuat di benak mereka. ini satu point jadi catatan bagiku. lalu apakah hanya tentang kejujuran itu?? well, diskusi kita terpotong karena waktu main sudah usai. next time semoga bisa bincang bincang lebih dalam lagi dengan mereka☺.

Masih tentang pola asuh anak di Jepang ini, maka aku tertarik dengan satu bahasan dalam sebuah buku yang berjudul "The Japanese Mind", pokok bahasan tentang " Ikuji : Childrearing Practices in Japan. bagaimana penjelasannya ?. berikut penjelasannya menurut hasil terjemahan saya. 

Pola pengasuhan anak yang diajarkan oleh ibu ibu di Jepang adalah tentang bagaimana anak bisa hidup dalam suatu kelompok dan bisa bekerja sama. jadi prinsip utamanya fokus pada pembentukan karakter individu yang tahu/mengerti bagaimana bekerja satu sama lain dalam suatu kelompok, jadi bekerja sama lebih ditekankan dibandingkan individualis, dan karena berada dalam grup, maka penonjolan diri (self-assertion) dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan. (saya jadi ingat betul, seseorang bercerita bahwa memakai kemeja selain kemeja putih di acara kampus semisal seminar, wisuda dll, dianggap kurang sopan karena berbeda dengan yang lain. lah toh kan pilihan kita mau pake kemeja warna apa yakan. tapi tetap dianggapnya kurang sopan kalau berbeda, jadi pakailah kemeja putih aja begituu, hmmmm . Ini salah satu manifestasi self-assertion mungkin yaa) 

Hal ini kontras berbeda dengan budaya barat, khususnya budaya Amerika yang mana pola pengasuhannya banyak ditekankan pada kemandirian, kreativitas, dan penonjolan diri (self assertion). 

Menurut Azuma (1994) pola pengasuhan di Jepang itu adalah "seep down type/ seep down parenting. 2 konsep utama seep down type ini :

1.Belajar sesuai apa yang dicontohkan orangtua ("learned by imitation of parents rather than linguistic analytical explanation").
sebuah penelitian yang dilaporkan Azuma, tentang bagaimana ibu Jepang dan Amerika dalam mengajarkan anaknya dalam menyusun sebuah balok-balok kayu kepada anak yang berusia 4 tahun. ibu jepang mencontohkannya pertama kali bagaimana menyusun balok balok kayu menjadi sebuah bangunankemudian ditiru oleh anaknya,. bila gagal maka ibu kan mencontohkannya lagi, sampai kemudian anak berhasil melakukannya sendiri. 
Berbeda dengan ibu Jepang, maka ibu Amerika ini menjelaskan dengan sistematis bagaimana letak dan posisi balok yang benar, mengecek apakah anak sudah paham, kemudian membiarkan anak melakukannya sendiri. 

Jadi terlihat sekali bahwa ibu Jepang menekankan seep down/mencontohkan/menirukan kepada anaknya sementara ibu amerika lebih ke verbally analitical. 

2.Konsep seep down yang kedua adalah otoritas orangtua terhadap anak tidak begitu besar dibandingkan dengan ibu amerika. ketika anak salah, tidak patuh maka ibu jepang lebih membiarkannya dibandingkan ibu amerika yang menenkankan otoritas orangtua terhadap anaknya. 

Sebagai contoh : anak tidak mau makan sayur maka :

Ibu Amerika : eat it, or you must eat it, then eat it please
Ibu Jepang : eat it, eat e little, or you can eat it tomorrow, can't you?

Meskipun hal itu terlihat ibu Jepang seperti memanjakan anaknya, sehingga terbentuk "a good child identity, maka seiring waktu membuat si anak sulit untuk melawan/tidak meyukai harapan/ekspektasi orangtuanya, bahkan menganggapnya memalukan untuk dilakukan. 

Good chikd identity, ditekankan pada sikap/prilaku oleh ibu Jepang, sementara ibu Amerika menekankan linguistic expression. harapan ibu jepang adalah anak dapat mengontrol emosi mereka, patuh, memiliki sikap yang baik dan sopan, dan kemampuan untuk menjaga diri mereka sendiri, sementara ibu amerika memiliki harapan anaknya memiliki kemampuan bersosialisasi dan kemampuan mengekspresikan diri. 

Dngan kata lain bahwa good child bagi orang Jepang adalah mereka yang tidak menonjolkan diri dan mengikuti aturan dalam masyarakat. good child versi amerika adalah mereka yang memiliki opini/pendapat dan mandiri. 

Dalam sebuah grup/kelompok penting untuk mempertimbangkan oranglain, style komunikasi ini dinamakan "mind reading",yang sangat menjaga perasaan oranglain. misal, ketika seseorang harus menolak request/permintaan, kedua belah pihak akan malu, oleh karenanya butuh waktu yang lama bagi orang jepang untuk memutuskan sesuatu, karena mempertimbangkan perasaan oranglain. jadi, mempertimbangkan oranglain itu pertama dan terpenting bagi orang jepang. 

Inilah bahasan singkat tentang Ikuji di buku "The Japanese Mind" ini. 

Apa yag dapat kita simpulkan :

Ibu Jepang mendidik anaknya untuk bisa :

1. Coorpartion/kooperatif. dididik untuk memiliki kemampuan bekerja sama dalam suatu kelompok/masyarakat. menjadi bagian yang satu/sama dengan suatu kelompok.

2. Emphati (tidak menyakiti oranglain, tidak menyusahkan oranglain)

3. Mencontoh apa yang dilakukan oleh orantuanya

4. Membentuk good child dalam diri anak sehingga tidak ada punismet secara langsung, dan anak berusaha menjadi good child

Tiada yang sempurna memang baik konsep barat (yang diwakili oleh amerika dalam bahasan ini maupun konsep timur yang dinut oleh orang Jepang, sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Childrearing ala timur ada kekurangan yaitu anak menjadi kurang tegas dalam memutuskan sendiri karena terbiasa berkelompok, kurang bisa mengemukakan opini/menonjolkan diri. 

Mendidik anak adalah tugas kita sebagai orangtua, ambil yang baik buang yang jeleknya, dan yang terpenting adalah mendidik anak sesuai FITHRAHnya.






IBARAKI Elementary School


Kawasaki, 2017






Selasa, 13 Juni 2017

Menjadi Pemenang di Hari nan Fitri

BISMILLAH

Setengah ramadhan sudah berlalu, hari ini adalah hari ke 19 ramadhan, masih tersisa 10 hari lagi. masih ada kesempatan diri untuk memperbaiki niat, memperbaiki ibadah ramadhan, sehingga dipenghujung ramadhan nanti kita termasuk kepada orang-orang yang bertaqwa. InsyaAllah. 

Memaknai lebih dalam apa itu Ramadhan. 
apa itu ramadhan?? bertahun tahun lalu, ketika masih SD, maka ramadhan adalah puasa, menahan haus dan lapas dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. kemudian bulan ramadhan berlalu, dan syawal muncul diambang pintu. iya pemahaman anak SD baru sampai disitu. sekian lamanya hingga akhirnya di jenjang SMA, maka pemahaman akan ramadhan bertambah, adanya shalat tawareh sunnah dibulan ramadhan kemudian, adanya kewajiban zakat fithrah bagi setiap ummat muslim. Ramadhan, dengan segala aktivitas ibadah yang memang dirindukan setiap ummat muslim. 

Seiring bertambahnya usia, maka pemahaman akan makna ramadhan yang sesungguhnyapun meningkat. Alhamdulillah. bagaimana melihat ramadhan dari kaca mata hati, yaitu bulan penuh didikan ruhani, latihan menahan segala yang membatalkan atau mengurangi pahala puasa. Sbulan penuh Allah berikan kesempatan emas untuk mendulang pahala berlipat, allah melatih kita sebulan penuh dengan banyak berbuat amal, berpuasa hanya dengan niat mengharap ridha Allah semata.

Ramadhan, adalah perjuangan kita dalam meraih kemenangan. menang atas apa?? atas hawa nafsu jadi bukan hanya tentang sebatas ritual ibadah puasa dan berbuka, bukan hanya tentang takjil puasa yang melimpah ruah yang kadang membuat fokus buyar ketika waktu berbuka datang, atau baju baru dan segala sesuatu yang baru, yang sifatnya sementara. yang paling penting adalah memiliki hati yang baru dan bersih, bersih dari segala dosa, perbuatan maksiat, dan kembalinya kepada fithrah. 

Akankah kita melewatkan ramadhan dengan begitu saja?? tentu tidak. karena banyak hadiah yang allah janjikan yang akan kita dapatkan kelak ketika menjalani ramadhan dengan penuh semangat, meninggalkan seluruh aktivitas yang sia-sia (mengurangi banyak tidur di siang hari misalnya, atau bersosmed ria yang tidak memiliki tujuan yang jelas, mengurangi ngobrol yang ngalur ngidul atau bergosip). Mengisi hari bari kita dengan membaca alquran, dan tak lupa mentadabburinya, memperbanyak berdzikir (misalnya ketika dalam perjalanan, atau sedang memasak, atau sedang menunggu sesuatu misalnya), memperbanyak sedekah, dan melakukan kebaikan2 lainnya selama bulan ramadhan ini.

"Siapa yang berpuasa ramadhan (dengan keimanan dan mengharapkan pahala), diampuni dosa dosa yang telah lalu (HR. Bukhari dan muslim)". 

Mari kita manfaat kesempatan yang allah berikan untuk menghapus dosa dosa kita dimasa lalu dengan meniatkan berpuasa dengan penuh keimanan mengharapkan pahala dari Allah. 

"Apabila telah tiba ramadhan, maka dibukakan pintu pintu surga dan ditutuplah neraka dan syetan syetan dibelenggu (HR.Muslim). 

Pintu surga "ar rayan,  bisa dimasuki oleh orang orang yang berpuasa. jadi pintu surga Allah bukakan bagi orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala.

Berbahagialah hati ketika menyambut hari nan fitri, hari penuh kemenangan, hari kembalinya kita kepada fithrah, sehingga menjadikan kita sebagai hamba yang seluruh orientasi hidupnya hanyalah kepada Allah SWT, bukan pada dunia, hawa nafsu, kemewahan dunia dan segala sesuatu yang bersifat fana.

Siapakah hamba yang menang di hari nan fitri itu?? yaitu hamba yang bertaqwa. siapakah itu orang yang bertaqwa?? adalah orang yang benar benar berlepas diri ( baro'a) terhadap segala sesuatu selain Allah. Semoga kita terpilih menjadi hamba yang bertaqwa di sisi Allah SWT. Amin ya rabbal'alamin








*sumber : catatan pengajian











Sabtu, 03 Juni 2017

Kawaski City Libraries

Summer, 2017,..

Siang tadi aku berkunjung ke perpustakaan kota Kawasaki tempatku tinggal. seorang teman Jepang mengajakku kesana. Ajakannya kusambut baik karena aku memang lagi nyari sesuatu yang baru nih, semacam tongkrongan baru dimusim panas ini, dimana ngadem disuatu tempat sambil mengerjakan sesuatu sepertinya lebih menarik dibandingkan dirumah terus hehe. 

Oiyaaa, semenjak di Jepang, terlebih ketika sudah punya anak, aku mulai tertarik untuk explore buku buku terutama buku-buku anak. hal ini juga mungkin ada pengaruhnya dari pergaulanku sehari hari dengan ibu jepang terutama grup ibu ibu GLOBISH (semacam International Kids Community, yang beranggotakan orang Jepang dan beberapa orang Indonesia termasuk aku). nah disana aku mulai belajar sedikit bahwa membacakan buku itu seperti sesuatu yang sudah membudaya bagi mereka. mengajak anak membaca sedini mungkin dengan berbagai macam jenis bacaan anak anak. dan yang menariknya lagi buku buku anak di jepang ini sungguh interaktif, tidak satu arah tapi ada aktivitas di dalamnya. waaah ini hal baru sekali bagiku. 

Akupun mulai meminjam beberapa buku anak (yang amat sangat gampang kubaca tentunya, yang masih menggunakan huruf katakana dan hiragana dan tidak banyak teks hehe) di Chidren center tempat bermain anak anak jepang di daerah tempat tinggalku. ada beberapa buku anak yang berbahasa inggris  tapi jumlahnya sangat terbatas. 

Balik lagi ke janjian siang tadi. Yuki chan mengajakku ke perpustakaan kota ini yang kebetulan tempatnya tak jauh dari rumahku. Ia katanya sering kesana meminjam buku. ada banyak buku anak dan buku dewasa, dan ada banyak koleksi buku berbahasa inggris juga katanya. menarik nih.

Aku dan Yuki chan menuju perpustakaan, Sou chan anaknya Yuki tertidur pulas di stroller. aku agak khawatir nih megumi berisik di dalam. secara perpustakaan kan area yang di jaga keheningannya. semoga bisa diam ya Gumi ☺❤.

Perpustakaannya luas, bersih dan rapi, dan dipojok sayap kanan ada kids area, yang merupakan tempat baca anak- anak. Hmm, enak nih tempat ngadem sambil baca buku hehe. 

Kami menuju meja staff dan melapor bahwa aku pertama kali datang kesini dan minta dibuatkan kartu perpustakaan. Prosedurnya mudah yaitu :

1. Tunjukkan resident card 
2. Isi formulir yang diberikan petugas (isianya sesuai dengan yang tercantum di resident card)
3. Serahkan pada petugas kemudian tunggu verifikasi. tak lama kartupun jadi
4. Sebagai orang asing, maka petugas akan menjelaskan sedikit tentang aturan peminjaman buku di perpustakaan. kemudian user's guide nya diserahkan ke kita untuk dibaca lebih lanjut. 

Yuki chan kemudian memanduku menuju rak buku anak yang berbahasa inggris. ada beberapa rak dan cukup banyak koleksinya. koleksi buku dewasa juga lumayan banyak. Alhamdulillah ya, kalaupun tidak buku Indonesia, maka buku bahasa Inggris inipun jadi (sambil belajar hehe). karena sejujurnya level bahasa jepangku yang memang belum masuk level manapun alias masih buta kanji, membuatku suli untuk membaca buku buku bahasa jepang kategori dewasa. Jangankan buku dewasa, buku anak saja masih terbatas untukku pahami (tapi bagaimanapun tinggal di Jepang harus bisa bahasa jepang agar interaksi dengan agar lokal lebih terasa sih menurutku). GANBATTE NE ya maak, harus masuk level nih taun ini (amiin☺☺☺)

Aku berniat meminjam buku sekitar 5 atau 6 buku dulu deh (3 buku anak campuran inggris dan Jepang, 3 lagi buku dewasa berbahasa inggris) karena durasi waktu meminjam hanya 15 hari dengan jumlah maksimal 10 buku. Cukuplah dulu lah yaa. Syukur2 tamat semua (masih dalam tahap proses manajemen waktu nih antara urusan rumahtangga dengan urusan diri termasuk belajar dan mengupgrade ilmu ini penting dan ada waktunya, semacam mamakproduktivetime begitu hehe).

Diperjalanan pulang, aku iseng bertanya pada Yuki berapa buku yang dia pinjam. 10 buku katanya. wow banyak ya ujarku. Aku jadi penasaran kapan ia membaca buku-bukunya. Sewaktu anaknya tidur katanya. Wow really?? aku hampir setiap anak tidur, akupun ikut jatuh tertidur wkwkw, maka dari itu targetku untuk menamatkan minimal 2 buku saja sebulan itu belum tercapai. tapi setidaknya jawaban Yuki kemudian membuatku tersadar bahwa ternyata bisa loh membaca hampir 10 buku dalam 15 hari (termasuk buku anak yg mungkin tidak membutuhkan waktu lama untuk membacakannya kepada anak). Ya, hari ini ada satu catatan penting bagiku kalau membaca itu adalah kebutuhan sehari hari. yaps arigatou Yuki chan☺❤❤


Suka sekali dengan kata kata Imam Syafi'i yang bunyinya begini "bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung perihnya kebodohan"

Semangat membaca, semangat belajar, agar kebodohan tidak pernah hadir dalam hidup kita☺☺☺☺






user guide




Selasa, 23 Mei 2017

Yokohama Chocolate

cerita siang tadi,.

Aku dan si kecil pulang bermain dari children center (tempat nongkrong Megumi dan mamak), melintasi jalan pulang seperti biasa, dibawah terik matahari di musim panas. sambil mendorong stroller bayi, tetiba seorang nenek mendekati kami. ia kemudian memperhatikan megumi dan mengajakku bicara. seringkali kakek atau nenek atau ibu ibu menyapa ramah lalu kemudian memperhatikan megumi. sudah menjadi kebiasaan orang disini menyapa ramah dan tersenyum pada bayi. kebanyakan orang jepang kuperhatikan ternyata senang sama bayi. mereka biasanya akan tersenyum, menyapa "konnichiwa" (hai/halo), dan melambaikan tangan. tak jarang juga mereka mendekat mengajak ngobrol sekedar bertanya, nan sai desuka ?? (umur berapa tahun)?? ini pertanyaan paling umum dan paling sering muncul. rasanya dunia lebih ramah sejak aku punya anak hehe. 

Balik lagi ke cerita tadi. jadi si nenek mendekat dan memperhatikan Megumi. si bayi yang berusia 11 bulan inipun balas memperhatikan. kemudian nenek mulai bertanya, bayi umur berapa? berasal dari mana? ngapain disini/ sekolah/kerja?? (ini pertanyaan yg juga seringkali muncul, tapi kali ini si nenek nanyanya agak banyak hihi), dan untungnya aku sudah hapal jawabannya wkwk. maklum bahasa jepangku masih sangat minim, belum masuk level manapun walaupun hampir 2 tahun tinggal di jepang (hikss). ganbatte ne. hehe

Mata Megumi yang besar (khas orang padang hehe) menarik perhatiannya. "matanya besar, kawaiii ne" (cute ya). si gumi balas senyum. si bayi yang bentar lagi setahun ini mulai bisa merespon orang sekitar. apalagi kalau mendekati dirinya. kadang membalas tatapannya. si nenek. wah giginya sudah ada ya, si nenek liat aja yaa. lalu kemudian dia masih senang memperhatikan megumi, dan makin senang ketika megumi melambaikan tangan (tentu dengan gaya melambainya yang belum sempurna seperti kita) si nenek makin senang. hehe

Suami orang Indonesia?? tanya si nenek, iyaaa jawabku, suami sedang kuliah/belajar disini. entah kaget atau takjub, karena memang di jepang tak lazim, menikah punya anak tapi masih kuliah. idelnya di jepang biasanya menikah setelah kerja dan berpenghasilan. hmmm. taihen ne. beraat yaa,,ujarnya simpati. 

Kemudian keluarlah dalam tasnya satu kotak coklat yang katanya dia beli di yokohama (oleh oleh khas dari yokohama). diberikan satu padaku. ini milk coklat katanya, buat papa dan mama. megumi belum boleh makan kan ya. punyanya 2 kotak, 1 diberikan padaku. arigatou gozaimasu (terima kasih), sambil membungkuk (laykany kebiasaan orang jepang). lalu kemudian dia melambaikan tangan, sambil memegang tangan megumi . mata ne (sampai jumpa). bye bye. Megumi kecil melambaikan tangannya. kemudian kami berpisah. begitulaaah,...

Apa yang kupetik dari kisah sederhana ini?
*Aku membayangkan kalau nenek tadi adalah ibuku . seperti melihat kerinduan di sinar matanya. megumi sama sekali belum pernah bertemu neneknya dan nenek dari papa (ibu mertua). ada haru yang tetiba muncul dihati ini. semoga pertemuan itu tak lama lagi. kerinduan akan ibu pada anak dan cucunya. sabar ya dek, sebentar lagi bertemu nenek insya allah. 
*Sejujurnya, setelah punya anak, dunia menjadi lebih ramah, ibu- ibu, nenek- nenek, tak jarang kakek-kakek seringnya menyapa ramah karena senang melihat bayi, senang sama bayi. jadi semacam ada obrolan ketika ada bayi dibandingkan hanya diri sebatang (apa juga yang maau di obrolin ya, hehe)
*Sesederhana coklat ini, pemberian ini adalah rejeki, yang allah berikan lewat anak. maka menurutku tidak salah jika, anak adalah sumber rejeki.
*semoga jepang makin sadar yaa kalau punya anak nggak nunggu kaya dulu, toh setiap manusia sudah dijamin rejekinya, asal giat berusaha dan mencari.




coklat sepatu merah ☺☺

kawasaki, japan. 

Minggu, 21 Mei 2017

Ramadhan, Welcoming the Month of Allah

ahlan wa sahlan ya ramadhan. 

sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci yang penuh berkah. tak terasa ini adalah ramadhan kedua saya di jepang, dan merupakan puasa pertama. karena tahun kemaren habis lahiran jadi tidak bisa menjalankan puasa. membayangkan tahun lalu, berpuasa di musim panas dengan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan indonesia, berbagai tantangan bisa dilalui tanpa mengurangu keberkahannya. berpuasa di lingkungan minoritas yang tidak sedikit dari mereka ( orang jepang) heran bahkan sangat khawatir akan kenapa napa karena tidak makan seharian. daijoubu, hehe

Persiapan menyambut ramadhan.
memahami kembali arti dari setiap ibadah yang akan kita laksanakan. 
1. shaum
menahan yang tidak hanya menahan kebutuhan fisik semata, tapi juga amarah emosi dan sebagainya. perintah shaum di tujukan untuk orang orang yang beriman. maka sudahkah kita menjadi orang yang beriman. tujuannya adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa. seperti yang dijelaskan dalam alquran. jadi perintah puasa ini spesial untuk orang yang beriman. siapakah orang betaqwa itu ?

" sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi allah adalah orang yang paling bertaqwa (Alhujarat :13)

kenapa kita harus shaum?? agar kita bertakwa, agar mendapat tempat mulia disisi allah. 

2. kedudukan shaum
-sebagai penghapus dosa
-sebagai perisai/bentengdari perbuatan buruk
-sebagai pemberi syafaat. jadi alquran dan shaum itu sebagai pemberi syafaat bagi yang melaksanakannya. 
- ibadah shaum sebagai pelipat ganda pahala kebaikan dan benteng dari api neraka. 

ibadah shaum itu untuk allah.  dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ada 2 kebahagiaan orang bershaum yaitu ketika berbuka dan ketika bertemu rabbnya dengan pahala puasanya (HR bukhari muslim) 

3. sunnah sunnah shaum
-segera berbuka
-membekali diri dengan ilmu tentang shaum
-mendirikan qiyamu ramdhan/taraweh
-mengakhirkan makan sahur
-memberi makan orang yang berpuasa
-perbanyak sadaqah
-perbanyak baca alquran dan mempelajarinya 
-meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir 
-dsb

yuk mari luruskan niat, hati pikiran dan jiwa kita hanya untuk allah, agar ibadah shaum kita dibulan ramadhan benar benar menjadikan kita orang yang bertaqwa. 

allahu a'lam bissawab